verifikasi

google-site-verification: googlec264d27ca365e62e.html

Rabu, 27 Mei 2020

Teladan Dari Bapak Penjual Telur Ayam Kampung


Teladan Dari Bapak Penjual Telur Ayam Kampung

Kisah inspiratif dari seorang bapak penjual telur ayam kampung, yang memulai usaha tersebut dari nol. Tokoh inspiratif dalam ulasan ini bernama bapak Agung Wicaksono. Bertahun tahun jatuh bangun membangun usaha dari nol, akhirnya bapak Agung sukses menjadi seorang distributor telur ayam kampung di berbagai kota besar di Indonesia. Penasaran dengan sosok inspiratif tersebut? Yuk simak kisahnya dalam usaha ini #AwaliDenganKebaikan.

Perjuangan Bapak Agung Sebagai Distributor telur Ayam Kampung
Bapak Agung Wicaksono saat ini sudah berusia 45 tahun, namun kisah inspiratif miliknya tidak begitu saja bisa untuk diabaikan. Sebelumnya bapak Agung merupakan seorang pegawai badan usaha milik negara. Akan tetapi beliau merasa tidak cocok dengan pekerjaan tersebut, sehingga memutuskan untuk berhenti menjadi pegawai dan mengikuti instingnya untuk menjadi seorang pengusaha.

Meskipun tabungan yang dimiliki bapak Agung dirasa cukup untuk memulai sebuah bisnis kecil, namun di dalam praktiknya tidak semudah teori. Banyak rintangan dan tantangan yang harus beliau hadapi untuk mewujudkan keinginannya sebagai seorang pengusaha yang sukses. Saat itu, bapak Agung memulai bisnisnya dengan membuat jasa percetakan kecil. Dia menerima jasa percetakan, baik itu percetakan banner maupun percetakan kaos.

Namun bisnis tersebut tidak bertahan dengan lama, semakin lama pelanggan percetakan pak Agung semakin berkurang. Sehingga mau tak mau beliau harus gulung tikar. Meskipun usahanya gagal, namun beliau tidak menyerah. Pak Agung kemudian mencari ide bisnis lain. Kemudian seorang kenalan mengajaknya untuk mulai melakukan peternakan kerapu, dan pak Agung pun merasa tertantang untuk melakukannya.

Beliau kemudian menekuni usaha ternak kerapu mulai dari awal pembibitan hingga dewasa. Namun naasnya pada saat akan panen, pak Agung ditipu oleh kenalannya. Kerapu miliknya yang seharusnya sudah siap panen, ditukar dengan kerapu anakan. Pak Agung pun merugi. Merasa tidak cocok dengan bisnis ternak kerapu, pak Agung kemudian mencoba bisnis lain. Hingga akhirnya beliau membuka usaha kursus menyetir mobil.

Berbekal dengan mobil yang dimilikinya, pak Agung memulai menawarkan jasa kursus menyetir mobil. Mulai saat itu, satu persatu konsumen mulai menghubungi beliau untuk menggunakan jasa kursus. Namun usaha tersebut tidak berlangsung lama saat pak Agung mengalami kecelakaan. Sehingga beliau pun harus rehat sejenak mengemudikan kereta besi miliknya. Untungnya beliau memiliki asuransi syariah Indonesia, sehingga kerugian akibat kecelakaan dapat dicover.

Tidak lama seorang kenalan, mengenalkan pak Agung dengan usaha ternak telur ayam kampung. Merasa memiliki dasar dalam bisnis peternakan, pak Agung pun mulai menggeluti usaha bisnis telur ayam kampung. Setelah mengalami jatuh bangun, gonta ganti jenis usaha, ditipu sana sini, akhirnya pak Agung dapat memetik hasil kerja kerasnya dari peternakan telur ayam kampung. Kini pak Agung menjadi distributor telur ayam kampung di berbagai pasar di beberapa kota di Indonesia.

Pilihan Produk Asuransi yang Dimiliki Bapak Agung Wicaksono
Semenjak kecelakaan yang dialami, bapak Agung mulai memikirkan tentang keselamatan dan kesehatannya dimasa depan. Sehingga ia pun memutuskan untuk membeli polis asuransi. Dibandingkan memilih asuransi konvensional, beliau lebih memilih produk asuransi syariah. Tepatnya memilih jenis asuransi kesehatan. Namun tidak hanya itu beliau juga membeli polis asuransi syariah lainnya.

Demikian kisah inspiratif dari bapak Agung Wicaksono, seorang distributor telur ayam kampung di beberapa kota besar di Indonesia. Meskipun mengalami jatuh bangun dalam membangun bisnisnya, namun beliau tidak pernah menyerah untuk menggapai cita citanya menjadi seorang pengusaha. Setelah membaca ulasan ini, apakah Anda terinspirasi untuk menjadi seorang pengusaha? Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan.
Allianz Blog Contest

0 komentar:

Posting Komentar