verifikasi

google-site-verification: googlec264d27ca365e62e.html

Sabtu, 07 Desember 2019

Royal Golden Eagle Dorong Sustainable Fashion Lewat Viscose Rayon


Royal Golden Eagle Dorong Sustainable Fashion Lewat Viscose Rayon
Sumber: svarga.news

Masalah sampah telah menjadi perhatian dunia. Untuk jenis sampah pakaian saja, sedikitnya ada 12 ton sampah yang dihasilkan setiap detiknya. Angka tersebut tentu sangat mencengangkan hingga sukses menarik perhatian Royal Golden Eagle.

Tingginya sampah pakaian yang dihasilkan tidak lepas dari masa pakai pakaian yang semakin pendek. Banyak orang yang memandang pakaian sebagai produk tren yang perlu diganti secara berkala. Kondisi ini semakin memprihatinkan saat menilik negara-negara dengan jumlah masyarakat kelas menengah ke atas yang terbilang tinggi. Padahal, sebagian besar pakaian yang mendominasi dunia fashion terbuat dari kain sintetis yang berbasis pada bahan plastik.

Isu keberlanjutan selalu menjadi perhatian grup bisnis Royal Golden Eagle dalam menjalankan operasional bisnisnya. Setiap unit bisnis yang berada di bawahnya memiliki perhatian yang sama. Sebut saja seperti Asia Pacific Rayon (APR). Lewat rayon viskosa, APR menawarkan sebuah solusi untuk membantu mengatasi masalah keberlanjutan dalam industri fashion.

Sustainable Fashion, Masa Depan Dunia Fashion yang Ramah Lingkungan


Sejak beberapa waktu terakhir, gaung kampanye sustainable fashion semakin nyaring terdengar. Kampanye ini pun mendapat dukungan dari banyak desainer pakaian, tidak terkecuali desainer pakaian asal Indonesia yang tergabung dalam IFC (Indonesian Fashion Chamber).

Sustainable fashion sendiri merupakan sebuah gerakan yang berfokus pada prinsip-prinsip keberlanjutan yang ramah lingkungan. Namun untuk disebut sustainable, ada 3 kriteria yang harus dipenuhi dalam sebuah produk fashion. Selain terbuat dari bahan yang mudah didaur ulang, sustainable fashion juga harus memenuhi kriteria produksi yang ramah lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

Rayon viskosa dipandang memenuhi kriteria pertama. Dibandingkan dengan kain sintetis, bahan tekstil yang satu ini juga lebih mudah terurai. Rayon viskosa juga memiliki nilai estetika yang baik.
Dari segi penampilan, rayon viskosa memiliki tampilan mengkilap layaknya kain sutra. Warnanya cemerlang dan terasa nyaman saat dikenakan. Selain itu, bahan tekstil yang satu ini juga mudah dipadukan dengan kain jenis lain. Untuk alasan itulah, rayon viskosa dipilih sebagai bahan utama pakaian yang ditampilkan dalam ajang Bali Fashion Trend 2020.

Rayon Viskosa dalam Bali Fashion Trend 2020


Rayon viskosa, khususnya yang diproduksi oleh Asia Pacific Rayon (APR) dinilai memenuhi tiga kriteria sustainable fashion yang telah disebutkan di atas. Dari segi bahan mentah, rayon viskosa terbuat dari serat kayu. Inilah yang membuatnya lebih mudah terurai.

Untuk alasan itu jugalah, rayon viskosa dipilih sebagai bahan utama dalam ajang Bali Fashion Trend 2020. Dalam ajang yang diselenggarakan pada 7 - 9 November 2019 tersebut, sedikitnya ada 35 desainer IFC yang ikut berpartisipasi. Sav Lavin dan Eny Ming juga ikut meramaikan ajang yang disponsori oleh salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut.

Dalam Bali Fashion Trend 2020, keduanya memamerkan sedikitnya 16 karya bertema Everything Indonesia. Karya-karya bercorak Indonesia dikemas dalam tampilan modern berdasarkan prediksi tren pakaian musim panas tahun 2020. Pemilihan tema Everything Indonesia ini pun tidak lepas dari tujuan diselenggarakannya Bali Fashion Trend 2020. Dengan mengusung tema tersebut, diharapkan industri fashion dalam negeri bisa lebih berkembang.

Komitmen Asia Pacific Rayon (APR) dalam mendorong sustainable fashion tidak hanya diwujudkan dalam bentuk menyediakan bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan. Unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut juga menerapkan praktek produksi yang berkelanjutan.

Bahan baku diambil dari sumber-sumber yang bertanggung jawab. Proses produksi dijalankan dengan berfokus pada efisiensi dan daur ulang. Demi membuktikan komitmen tersebut, APR selaku salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle juga membuka keran informasi terkait rantai produksinya.